Tulisan tentang behel keramik ini saya buat berdasarkan pengalaman pribadi saya.

Kenapa ingin pakai behel?

Berawal dari  masalah gigi saya yang tidak rapi yaitu dua gigi seri atas yang saling bertumpuk, sehingga saya bercita-cita memasang kawat gigi atau behel untuk merapikannya. Semakin ingin pakai behel begitu tahu ada promo pemasangan kawat gigi atau behel dari Apeebee Dental Clinic, Jalan Raya Semampir, Surabaya. Silakan cek Gmaps untuk lokasi pastinya ya.

Berapa harga behel keramik transparan?

Seingat saya untuk pasang behel keramik di dokter saya waktu itu, biayanya kurang lebih lima juta++ rupiah (tahun 2014). Harga tersebut belum termasuk biaya cabut gigi, kontrol untuk bersihkan karang gigi, ganti kawat dan karet. Jika ada behel yang lepas dan hilang, itu juga memerlukan biaya tambahan.

Tambahan info, harga behel keramik lebih mahal dibandingkan behel bahan metal ya. Tinggal pilih dan sesuaikan saja dengan kebutuhan dan kemampuan teman-teman.

Kenapa memilih behel keramik transparan?

Tidak ada alasan khusus, saya memang tidak suka sesuatu yang terlalu terlihat menyolok. Saya suka yang terlihat natural atau alami saja.  Warna behel keramik transparan menyerupai warna gigi asli, seperti di foto saya ini contohnya.

Berapa lama proses pasang behel keramik?

Lama waktu pemasangan behel keramik transparan tidak lebih dari 1,5 jam dan selama proses pasang saya tidak merasakan sakit sama sekali. Baru terasa gigi seperti ditarik ketika kawat dipasang di behel yang ditempel di masing-masing gigi.

Lucu sih rasanya, bayangkan jika awalnya kita bisa gigit dan mengunyah makanan dengan enak dan nyaman, sekarang harus super hati-hati karena rasanya ngilu, seriously! Tapi tidak jadi masalah bagi saya, karena terlanjur excited akhirnya jadi pasang behel keramik.

Apa saja prosedur yang dilakukan untuk memasang behel keramik?

Untuk awal, Drg. Nabila (dokter saya waktu itu) hanya cek kondisi gigi saya. Kemudian gigi saya dicetak dengan adonan berwarna hijau mint. Menurut penjelasan dokter, untuk kasus gigi saya harus ada yang dicabut yaitu 2 gigi atas (geraham belakang taring) dan 2 gigi geraham bawah. Prosedurnya, tidak langsung dicabut tapi akan dipasang behel keramiknya terlebih dahulu. Sebulan kemudian, baru dilakukan cabut gigi.

Kenapa harus dicabut gigi? Hal itu dilakukan untuk memberikan ruang bagi gigi. Gigi bisa maju atau saling bertumpuk, karena tidak ada ruang kosong untuk gigi tersebut. Dengan adanya ruang kosong, memungkinkan gigi untuk bergerak dan mengisi ruang tersebut. Sehingga gigi yang saling bertumpuk tadi juga bergeser dan menjadi sejajar dengan gigi lainnya.

Bulan berikutnya saya harus datang lagi untuk proses cabut gigi dengan selang waktu seminggu setiap 2 gigi. Sebelum dicabut, setiap satu gigi diberi 3-4 kali suntik ampul di gusi sekitar gigi. Mungkin karena jarumnya kecil ya, jadi saya tidak merasa terlalu sakit. Setelah 10 menit, gusi dan gigi saya mulai mati rasa, itu artinya dokter gigi akan mulai melakukan eksekusi cabut gigi. Tidak sampai 1 menit, dokter saya bilang “Oke gigi atas sudah dicabut”. What!? Saya bahkan hampir tidak merasakan sakit sama sekali lho. Sungguh ku bahagia. Hahaha…

Oya, saya pernah membaca di internet, dokter gigi akan melakukan prosedur rontgen sebelum pemasangan behel keramik maupun metal. Namun, saya tidak diminta oleh dokter saya untuk rontgen terlebih dahulu. Menurut dokter gigi saya, rontgen akan dilakukan untuk kondisi gigi yang dicurigai bermasalah saja.

Apa saja yang harus diperhatikan selama menggunakan behel keramik?

Makanan dan cara makan, ini berlaku untuk semua jenis behel sebetulnya. Sesuai pengalaman saya, hari pertama pasang behel sampai tiga hari berikutnya, saya merasa susah makan. Penyelamat saya adalah bubur ayam, bubur kacang hijau, jus buah dan susu. H+4 dan seterusnya mulai bisa beradaptasi, tapi tetap saya memilih makanan yang teksturnya lembut atau memotong makanan menjadi potongan kecil sebelum saya santap.

Untuk perawatan gigi yang menggunakan behel keramik transparan sama saja dengan pengguna behel metal. Saya diberi dokter, sikat gigi dan pasta gigi merk Sensodyne. Aturannya, harus lebih rajin sikat gigi, supaya tidak ada sisa makanan yang menempel di gigi dan behel. Untuk lebih baik, saya juga menggunakan obat kumur antiseptic setelah sikat gigi.

Berapa tahun pakai behel ceramic transparan agar gigi bisa rapi?

Untuk menjawab pertanyaan diatas, saya jawab tergantung kondisi gigi masing-masing, tergantung rajin tidaknya ganti kawat dan karet. Pengalaman saya, hanya dalam beberapa bulan saja, gigi saya sudah tampak rapi.

Selama pemakaian setiap sebulan sekali saya rutin ke dokter untuk ganti kawat dan karet perekatnya. Kawat pasti diganti dengan kawat yang lebih pendek, supaya bisa menarik gigi lebih rapi lagi. Begitu juga dengan karetnya, setiap bulan saya ganti dengan karet yang baru. Saya sengaja selalu memilih karet dengan warna transparan. Hehehe.

Benar tidak bahwa behel ceramic transparan itu gampang lepas?

Saya pribadi membenarkan pernyataan itu, karena saya mengalaminya. Tapi tunggu dulu. Pernyataan itu juga tidak sepenuhnya benar, karena hal itu tidak berlaku bagi teman saya yang memakai behel ceramic yang sama dan di dokter yang sama dengan saya.

Teman saya ini menjaga sekali makanannya, tetap konsisten dengan tekstur lembut dan memotong kecil-kecil makanan sebelum dia makan. Kalau saya sering tidak sabar, main langsung makan saja. Hahaha..

Jadi, kesimpulannya, behel ceramic gampang lepas atau tidak adalah tergantung user. Hehehe..

Baiklah, sekian dulu Q&A tenteng behel keramik / ceramic saya. Semoga bisa jadi informasi tambahan untuk teman-teman yang ingin pasang behel. Apabila ada yang ingin bertanya atau mungkin update informasi terbaru tentang behel keramik, bisa tulis di kolom komentar ya.

Salam hangat,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *