Lifestyle

Pengalaman Ikut Beasiswa Bappenas 2019

Salah satu wishlist yang saya semogakan di tahun 2019 adalah bisa kuliah S2 tapi dibayarin. Alhamdulillah, Alloh ijabah..

Untuk teman-teman yang belum tahu beasiswa  Pusbindiklatren Bappenas itu apa, monggo dicek link http://pusbindiklatren.bappenas.go.id/.  Ada beberapa jenis beasiswa yang yang ditawarkan oleh  Pusbindiklatren Bappenas. Intinya, seleksi beasiswa yang saya ikuti adalah Program S2 Dalam  Negeri tahun  2019. Program studi yang ditawarkan adalah 25(dua  puluh lima) program  studi  pada 11 (sebelas) perguruan tinggi di Indonesia.

Ada beberapa tahap seleksi yang saya jalani:

Seleksi Administrasi

Lebih lengkap tentang berkas apa saja dan persyaratan yang diwajibkan,  bisa dilihat di pengumuman penawaran beasiswanya ya di link atas ya. Ini seharusnya tidak terlalu susah sih, yang penting lengkap, ada acc dari atasan yang disyaratkan dalam pengumuman. Lalu, kirim sebelum batas waktu, beres sih.

Ketika ngurus administrasi dulu, seru-seru gemes gitu sih. Tadinya saya urung untuk ikut beasiswa ini, karena batas waktu pengirimannya tinggal 3 hari sementara saya posisi di Makassar. Takut gak nyampe kalau kirim lewat pos. Belum minta surat ijin atasan, surat sehat, bikin essay rencana studi, dan banyak deh. Sepertinya gak mungkin lah kalau selesai dalam sehari.

Tapi mungkin sudah maunya Alloh saya ikut, eh, ada temen sekantor yang ikutan juga dan rencana kasih langsung berkasnya ke kantor pusat, karena dia sekalian mudik ke Jakarta. Serasa dapat angin surga, Sodara- sodara. Langsung gercep urus ini itu, dan Alhamdulillah lancaar.

Tes Potensi Akademik (TPA)

Setelah dapat pengumuman lolos seleksi administrasi, langsung lah kita dapat undangan untuk tes TPA. Saya pilih tempat tes di Makassar, tapatnya di Universitas Hasanuddin. Yang tanya tesnya susah gak? Susah kalau kita mikirnya susah #apaan sih. Hahaha.. Yang jelas kita dituntut berpikir cepat, karena setiap jenis tes ada waktunya.

Gak cuma seleksi administrasi aja yang seru-seru gemes, TPA nya juga. Ceritanya hari itu hari minggu yang bertepatan dengan acara Hari Oeang dan bertepatan pula band kantor saya manggung. Secara saya vokalisnya *ehem, akhirnya ijin dah gak ikutan. Untungnya temen-teman ngerti karena ini demi masa depan *thankyou guys…

Tidak sampai disitu, tes kan pagi nih ya. Semua peserta sudah duduk sesuai nomor. Pengawasnya sibuk buka koper yang isinya soal tes, dan peserta dipersilahkan kalau mau ke kamar mandi. Saya sih enggak, karena emang gak kebelet. Dan ternyata, di tengah-tengah tes soal bahasa, kebelet dong saya. Ya Alloh… Ijin lah saya ke belakang dan dibolehin. Entah berapa menit kemudian, saya balik ke ruangan, kertas soalnya udah dibalik ke soal matematika. Dan peserta gak boleh balik ke soal bahasa lagi. Ya tipsnya kerjain yang gampang dulu soalnya, yang kita ngerasa bisa, baru ngerjain yang agak susah, biar gak habis waktu.

Tes TOEFL

Ini adalah tes penentuan. Yang berhak melanjutkan tes TOEFL adalah mereka yang lolos TPA. Beberapa temen seperjuangan se-instansi, banyak yang gugur, Alhamdulillah saya masih ditolongin sama Alloh untuk lanjut terus.

Jujur, ini adalah tes yang paling deg-degan, karena saya sebelumnya gak pernah tes TOEFL, gaess. Waktu kuliah S1 dulu yang wajib TOEIC, bukan TOEFL.  Akhirnya untuk persiapan, saya beli juga buku latihan di Gramedia. Gak yang mahal kok, yang standar aja harganya, yang penting saya ngerti isinya. Hehehe…

Pas tes ini, udah gak ada drama pipis lagi, jadi lempeng aja sampai akhir tes. Tipsnya, tetap berdoa dan monggo belajar yang baik. Hihihi.. *bingung mau kasih tips apa, karena saya juga gak bisa-bisa amat. Haha…

Setelah rangkaian tes diatas terjadi dalam hidup saya. Mulailah kegalauan saya rasakan. Berawal dari mundurnya jadwal pengumuman dari pihak Pusbindiklatren Bappenas. Sampai ada email pengembalian calon karyasiswa ke instansi asal dan nama saya gak ada. Makin deg-degan duongs.. ini artinya saya diterima apa gimana nih.

Iseng, nyoba nanya via telp ke pihak Pusbindiklatren, dan bapaknya tidak secara langsung menyatakan saya diterima. Pihak Pusbindiklatren Bappenas masih ada pertemuan dengan pihak kampusnya untuk serah terima karyasiswa. Baru kemudian, keluarlah nama saya di pengumuman resmi, sebagai Karyasiswa Program S2 Dalam Negeri Magister Ilmu Ekonomi Universitas Brawijaya Tahun 2019. Alhamdulillah…

Oiya, ada satu hal lagi yang ingin saya bagi temen-temen yang ingin mengikuti beasiswa, atau ingin mencapai sesuatu dalam hidup.  Saya percaya, saya bisa ikut seleksi , mengerjakan soal tes, sampai diterima, bukan karena usaha saya, tapi karena Alloh yang Maha Baik. Jadi, usahakan berdoa di awal, agar Alloh melancarkan dan memudahkan usaha kita. Yang sering kita dengar kan, just do your best let God do the rest. Kalau buat saya sih, pada dasarnya manusia adalah makhluk lemah yang tergantung pada Pencipta-nya. Jadi, ya minta tolong dulu ke Alloh.

Salah satu yang saya usahakan juga  adalah rajin bersholawat.  Bahkan saya sampai minta suami buat nemenin ke kampus UB untuk mampir ke gedung pascasarjana FEB nya, lalu kami sholawatan disana. Saya datangi setiap lantainya, saya sholawatan, dan berdoa, “Ya Alloh, izinkan saya kuliah S2 disini”. Alhamdulillah, doa saya diijabah oleh Alloh.

Sekarang, alhamdulillah sudah satu semester terlewati. Mohon doanya semoga lancar sampai lulus dengan baik dan membanggakan. Untuk temen-temen yang sedang berburu beasiswa, khususnya untuk ASN, sila dicek web-nya Pusbindiklatren Bappenas yak. Salam PRAY HARD,WORK HARD.

Author

clarissanindya@gmail.com
a happy wife | civil servant | longlife learner | parttime blogger | beauty enthusiast | bathroom singer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *