“Mengingatkan kepada Bapak/Ibu yang memiliki NPWP, untuk segera melaporkan SPT Tahunan Anda sebelum batas waktu pelaporan. Untuk orang pribadi maksimal tanggal 31 Maret 2018, sedangkan untuk badan maksimal tanggal 30 April 2018” *pembacaan imbauan ala-ala MC upacara formal*

Mungkin teman-teman sudah pernah mendengar atau membaca tentang informasi diatas. Di awal tahun seperti sekarang kantor pajak memang sedang gencar-gencarnya sosialisasi tentang pelaporan SPT Tahunan.

Sebelum masuk ke cara-cara lapor SPT Tahunan via e-filing, perlu dipahami dulu mengapa kita harus lapor SPT Tahunan padahal kita sudah merasa bayar/ dipotong pajak atas penghasilan kita. Tujuan dari adanya pelaporan SPT Tahunan adalah untuk mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang dari keseluruhan penghasilan kita.

Penghasilan seseorang bisa saja nggak hanya penghasilan dari pemberi kerja, tapi juga penghasilan usaha sendiri. Misalnya nih, dari usaha jualan via online atau punya usaha cafe/warung kopi dan lain-lain. Itulah yang harus dilaporkan. Belum lagi, kalau kita punya harta dan hutang.

Harta dan hutang penting untuk dilaporkan karena didalamnya mengandung unsur penghasilan. Harta didapatkan dari penghasilan yang berlebih/ tersisa/ yang disisihkan , sementara hutang bisa ada karena kurangnya penghasilan.

Nah untuk lapor pajak terutang yang sebenarnya tersebut, digunakan SPT Tahunan sebagai media pelaporannya. Jaman milenial seperti sekarang, sudah sangat mudah dibanding jaman dulu. Gak perlu repot-repot ke Kantor pajak tapi cukup di komputer atau ponsel. Gampang banget, genks. How? Please follow the steps below…

Step- step dibawah berlaku untuk pegawai saja ya.

untuk wiraswasta berbeda cara isi form SPT Tahunannya.
  • Pastikan alamat email aktif
  • Masuk ke laman djponline.pajak.go.id
  • Login (kalau belum terdaftar, lupa password, belum terima link aktivasinya, silakan klik di bawah kotak login yak)
  • Pilih menu e-filing
  • Jawab pertanyaan yang muncul, maka akan lanjut ke menu buat SPT.
  • Selanjutnya di menu data formulir, pilih tahun 2018 dan status SPT ‘normal’.
  • Kemudian, lanjut ke menu lampiran II. Disini ada 4 bagian. Penghasilan yang dikenakan PPh Final, kalau pegawai biasanya ada bukti potongan sendiri. Misalnya bukti potongan bonus, atau uang makan, dan lain-lain. Harta akhir tahun. Silakan diisi harta-harta yang dimiliki per akhir tahun pajak yang dilaporkan. Utang akhir tahun. Silakan diisi utang yang dimiliki per akhir tahun pajak yang dilaporkan. Daftar susunan anggota keluarga yang sesuai dengan KK ya, bapak, ibu..

Apabila sebelumnya sudah pernah mengisi atau membuat SPT tahunan, tinggal klik aja menu data tahun lalu di masing-masing bagian ya. Bisa ditambah atau dikurangi sesuai dengan kondisi Wajib pajak per tahun 2018. Kemudian, lanjut ke menu lampiran I. Disini ada 3 bagian:

  • Kemudian, lanjut ke menu lampiran I. Disini ada 3 bagian. Penghasilan Neto dalam negeri lainnya (isi saja jika ada), Penghasilan yang tidak termasuk objek pajak (misalnya hibah dari keluarga sedarah, warisan, beasiswa dan lain-lain, Daftar pemotongan/ pemungutan PPh oleh pihak lain dan PPh yang ditanggung pemerintah. Nah ini, diisi sesuai dengan bukti potong yang teman-teman pegawai dapat dari perusahaan masing-masing).
  • Lanjut ke bagian INDUK. Status perkawinan disesuaikan dengan yang ada di bukti potong ya. punya saya K/0 . jadi untuk status perkawinan dipilih yang kawin. Penghasilan Neto, diisi sesuai dengan angka di no 15, bukti potong masing-masing ya. Penghasilan Kena Pajak tinggal dipilih K/0 sesuai yang tertera di SPT saya. coba cek di SPT teman-teman. Ketika itu sudah dipilih, maka penghasilan Kena pajak, akan terhitung secara otomatis, cocokkan kembali dengan angka di no 19 di bukti potong masing-masing.
  • Selanjutnya, PPh terutang, juga akan terhitung secara otomatis,
  • Kredit pajak, dikosongi.
  • Angsuran PPh Pasal 25 tahun pajak berikutnya, dikosongi saja.
  • Kemudian, lanjut ke kolom pernyataan, jika sudah yakin semua isian sebelumnya benar dan sesuai, maka, silakan centang di poin ‘Setuju/Agree’ dan klik selanjutnya.
  • Sampailah kita di bagian kirim SPT Tahunan. Disini silakan teman-teman klik untuk ambil token di email teman-teman. Cek email, dan copy token dari email teman-teman. Lalu klik ‘kirim’.

Voila, selesai sudah lapor pajak tahunan kita. Bukti lapor SPT Tahunan secara otomatis terkirim ke email teman-teman.

Gampang kan? So, selamat lapor SPT Tahunan, teman-teman…


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *